1. Asesmen Awal Medis Lengkap Dalam 24 Jam Pada Pasien Rawat Inap

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian asesmen awal medis lengkap dalam 24 jam pada pasien rawat inap mulai dari Januari-November 2019 mengalami peningkatan, penurunan          dan  tidak mencapai standar yaitu 100%. Hal ini dikarenakan adanya pasien masuk dihari libur sementara di hari libur DPJP tidak masuk, namun penurunan tidak signipikan dikarenakan              petugas rawat inap sudah melakukan sosialisasi tentang asesmen awal medis dan dokter DPJP sudah disiplin dalam mengisi asesmen awal medis tersebut.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu tetap mengingatkan secara rutin kepada dokter DPJP untuk mengisi asesmen awal medis lengkap dalam 24 jam.

 

2. Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Laboratorium

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian waktu tunggu hasil pelayanan laboratorium sudah diatas standar yaitu 100% mulai dari Januari-November 2019. Hal ini dikarenakan oleh      petugas sudah melaksanakan tugas dan tanggung jawab di laboratorium sesuai dengan SPO yang berlaku.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu petugas laboratorium tetap melaksanakan pekerjaan sesuai dengan SPO yang berlaku di laboratorium.

 

3. Waktu Tunggu Hasil Pelayanan Thorax Photo

ANALISA      :      

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian waktu tunggu hasil pelayanan thorax photo mulai dari Januari-November 2019 peningkatan, penurunan dan peningkatan kembali namun     tidak  mencapai standar yaitu 80 %. Hal ini disebabkan dokter spesialis radiologi tidak berada 24 jam di RSU Sri Pamela.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yaitu RSU Sri Pamela menyediakan fasilitas PACS yang langsung dikirim ke dokter spesialis radiologi untuk di expertise dan untuk                              mengantisifasinya dokter DPJP yang membacakan sementara.

4. Angka Dilaksanakannya Check List Bedah

ANALISA      :      

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian angka dilaksanakannya check list bedah mulai dari Januari-November 2019 sudah mencapai standar yaitu 100%. Hal ini disebabkan sudah      disiplinnya petugas dalam melakukan checklist bedah dan sudah dilakukan sosialisasi checklist bedah.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu sosialisasi dilakukan rutin kepada tugas instalasi bedah sentral.

5. Penulisan Resep Sesuai Formularium

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian penulisan resep sesuai formularium mulai dari Januari-November 2019 mengalami peningkatan, penurunan dan peningkatan kembali, namun belum mencapai standar yaitu 100%. Hal ini dikarenakan oleh dokter kurang mengetahui daftar obat dalam formularium rumah sakit.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu sosialisasi kembali kepada dokter untuk menuliskan resep sesuai dengan formularium rumah sakit.

6. Kejadian Kesalahan Pemberian Obat Oleh Petugas Ruang Rawat Inap

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa kejadian kesalahan pemberian obat oleh petugas rawat inap dibulan april 2019 terjadi kesalahan 0,1% sehingga belum mencapai standart 0 %. Hal ini          dikarenakan kelalaian petugas yang kurang memahami 7 prinsip benar.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu petugas rawat inap diberikan sosialisasi tentang 7 prinsip benar dalam memberikan obat

7. Angka Kelengkapan Pre Anastesi Oleh Dokter Ahli Anastesi

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa angka kelengkapan asesmen pre anastesi oleh dokter ahli anastesi sudah mencapai 100% mulai dari Januari-November 2019. Hal ini disebabkan oleh    dokter spesialis anastesi sudah disiplin dalam menjalankannya tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan SPO yang berlaku di RSU Sri Pamela.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu memeriksa ulang formulir rekam medis terkait kelengkapan pre anastesi dari dokter spesialis anastesi dan selalu              mengingatkan dokter agar tetap lengkap dalam mengisi asesmen awal anatesi.

8. Angka Reaksi Tranfusi Darah

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan angka transfusi darah dari Januari-Maret 2019 sebesar 0%, namun April 2019 sebesar 0,01%, di Mei-Agustus 2019 sebesar 0%, diSeptember 2019 0,01% dan Oktober-November 2019 sebesar 0%. Hal ini disebabkan oleh faktor yaitu reaksi dari tubuh pasien yang tidak cocok dengan darah yang dimasukan atau pun dari faktor-faktor lain yang tidak diketahui.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu memastikan pada kantung darah terdapat tanggal pengambilan darah dan kadaluarsaan darah, petugas ruangan memeriksa perubahan warna darah, dan memastikan identifikasi pada kantungan darah lengkap dan pencatatan serah terima dilakukan oleh petugas laboratorium dan petugas ruangan.

9. Kelengkapan Resume Medis Pasien Rawat Inap Dalam Waktu 1×24 Jam

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian kelengkapan resume medis pasien rawat inap dalam waktu 1×24 jam dibulan Januari mengalami penurunan, pencapaian 90,2% Januari 2019,  dibulan Februari-November stabil ada peningkatan ada penurunan yang tidak signipikan. Hal ini disebabkan banyak pasien pulang dihari libur, sehingga dokter DPJP kurang lengkap dalam  mengisi resume medis lengkap 1×24 jam setelah pasien dikatan pulang.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu setiap pasien pulang diberikan resume medis dan tetap mengingatkan dokter DPJP untuk mengisi resume medis.

10. Angka Kejadian Infeksi Jarum Infus (Phlebitis)

ANALISA      :

Grafik tersebut menunjukan bahwa pencapaian kejadian infeksi jarum infus pada bulan Maret 2019 mengalami peningkatan 6%, dibulan April-Agustus mengalami penurunan dibawah standart,  dibulan september 2019 meningkat kembali sebanyak 6,4%, Oktober 2019 sebanyak 5,6% dan turun diNovember sebanyak 4,2%. Hal ini disebabkan oleh karena masih ada   petugas yang bekerja belum sesuai SPO dan obat yang terlalu pekat.

REKOMENDASI     :

Berdasarkan analisa diatas maka rekomendasi yang diberikan yaitu edukasi petugas terkait phlebitis, monitoring dan audit pelaksanaan prosedur pemasangan IV catater, monitoring dan  audit pelaksanaan HH kaji fasilitas alkes yang tersedia, dan monitoring terapi cairan yang diberikan apakah jenis pekat atau tidak.

CategoryBERITA

Panggilan Darurat        0621-24748